Yohanneti, RWH. Ch. and Permana, Eka S. and Ricardo, Hendry S. and Ridha, Muhammad and Yusuf, Mohamad (2010) PT TES-AMM Indonesia: Daur Ulang Limbah Elektronik (E-Waste). Masters thesis, Universitas Prasetiya Mulya.
01. COVER.pdf - Cover Image
Download (184kB)
02. KATA PENGANTAR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (229kB) | Request a copy
03. ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (236kB)
04. DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (249kB) | Request a copy
05. BAB 1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (377kB) | Request a copy
06. BAB 2.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (630kB) | Request a copy
07. BAB 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (366kB) | Request a copy
08. BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (330kB) | Request a copy
09. BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (560kB) | Request a copy
10. BAB 6.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (414kB) | Request a copy
11. BAB 7.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (328kB) | Request a copy
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (168kB) | Request a copy
13. LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar peringkat empat dunia1.Sebagai negara dengan populasi penduduk yang besar dan tingkat konsumerisme yang tinggi, Indonesia menjadi target utama masuknya produk produk elektronik yang menawarkan lifestyle dari mulai bentuk, fitur, teknologi, kualitas dan harga yang bersaing. Awalnya, produk-produk elektronik seperti telepon seluler dan notebook/laptop, merupakan salah satu kebutuhan tersier yang hanya dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang mampu membelinya, namun seiring berjalannya waktu, kedua jenis produk elektronik tersebut menempati prioritas dari kebutuhan primer mereka karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Pemicunya tidak lain adalah persaingan harga produk dengan penawaran fitur bentuk, dan teknologi yang semakin canggih dan up-to-date. Dengan peredaran telepon seluler dan notebook yang tidak terbatas jumlahnya, menyebabkan potensi menumpuknya limbah elektronik yang berasal dari telepon seluler dan notebookyang telah habis masa pakainya. Life cycle atau masa pakai dari kedua jenis produk tersebut berkisar kurang lebih selama 4 tahun. Masa 4 tahun tersebut bukan berarti menunjukkan barang tersebut rusak, namun rata-rata konsumen Indonesia akan memilih untuk membeli yang baru yang lebih up-to-date dan menyimpan barang yang lama. Sementara disisi lain, limbah elektronik memiliki potensi mencemari lingkungan dan berbahaya bagi ekosistem terutama kesehatan manusia. Bukan saja karena mengandungbahan berbahaya danberacun (B3) yang terkandung dalam limbah elektronik tersebut sepertimerkuri, timah, chrom, brom dan cadmium yang apabila penanganan tidak benar, dapat mengancam ekosistem lingkungan. Pada dasarnya penanganan limbah elektronik dapat dilakukan dengan sistem menimbun (landfill), dibakar (incineration), atau didaur ulang(recycling). Namun, dalam penanganannya menggunakan cara landfill akan membutuhkan area penimbunan yang cukup besar, sementara apabila dibakar dengan incinerator akan menghasilkan racun yaitu furan dan dioksan yang membahayakan manusia karena dapat merusak sistem pernafasan. Daur ulang merupakan bagian dari langkah awal penggunaan kembali material bekas untuk diolah dan dijadikan bahan material untuk beragam produk yang lain seperti ketel, sepeda, kursi, saksofon, hingga perhiasan emas dan platinum. Dari sebuah telepon seluler yang didaur ulang, akan menghasilkan komponen berupa 45% plastik, 20% tembaga, 10% keramik, 20% logam lain seperti aluminium dan emas, serta 5% material non-logam. Sementara itu, material logam jika didaur ulang dan dimanfaatkan lagi, bisa mengurangi pengeluaran energi, biaya, serta aktifitas laju penambangan. Bisnis daur ulang limbah elektronik, merupakan sebuah bisnis yang menawarkan solusi untuk mengatasi potensi menumpuknya limbah elektronik. Akan tetapi, dengan lemahnya regulasi pemerintah Indonesia yang tidak spesifik mengatur keberadaan limbah elektronik dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai dampak limbah elektronik, menyebabkan bisnis ini belum mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat terutama industri elektronik di Indonesia. Lain halnya dengan regulasi pemerintah Singapura yang mengacu pada Konvensi Basel dimana mampu bersifat mengikat para produsen produk-produk elektronik di Singapura untuk wajib melakukan recycling terhadap limbah yang mereka haslkan dari produk-produk yang sudah habis masa pakainya. Apalagi dengan sistem recycling, limbah elektronik hasil daur ulang tersebut mampu menghasilkan beberapa jenis logam berharga yang memiliki nilai jual tinggi seperti emas, perak dan tembaga yang merupakan komoditas ekspor. Dari fakta itulah, sejak tahun 2010 awal, banyak yang mulai melirik bisnis ini untuk dijalankan secara home industry yaitu mengumpulkan limbah elektronik dan menguraikannya secara manual dan diekspor ke Cina. Untuk mendukung rencana bisnis daur ulang limbah elektronik, dan mendapatkan captive market, peluang menjadi terbuka dengan mengadakan sistem partnership dengan pihak TES-AMM Singapura yang sudah cukup lama menjalankan bisnis ini. Alasan utama partnership adalah kepemilikan sertifikasi bertaraf internasional yang menjadi keunggulan dari TES-AMM Singapura. Dari perspektif keuangan, tujuan perusahaan adalah untuk stockholders wealth dengan nilai-nilai yang terukur. Berdasarkan hasil analisa bisnis yang dilakukan dengan mengasumsikan variabel-variabel yang berhubungan, hasil dari analisa kelayakan investasi tersebut tergambar sebagai berikut. Dengan kombinasi pendanaan yang berasal dari modal dan pinjaman pihak ketiga, memberikan tingkat WACC yang optimal,sehingga dalam kondisi skenario most likely, tingkat IRR (82,44%) yang lebih tinggi dari WACC (24,98%) dan discounted payback period dalam kurun waktu 3 tahun 6 bulan memberikan gambaran bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cross-Border E-Waste Partnership, E-Waste Circular Economy, Electronics Lifespan Depreciation, Hazardous Metal Recycling, High-Yield Precious Extract, Risk-Adjusted WACC Optimization |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor |
| Divisions: | School of Business and Economics > S2 Business Management |
| Depositing User: | Librarian 04 at Universitas Prasetiya Mulya |
| Date Deposited: | 30 May 2026 16:34 |
| Last Modified: | 30 May 2026 16:34 |
| URI: | https://elib.prasetiyamulya.ac.id/id/eprint/2997 |

