Rafiq, Abdul Khairul and Hartono, Christopher Austin and Sumbayak, Finco Arore and Tristan, Nathanael and Poerwantoro, Victoria Liv (2024) Analisis Peluang Bisnis Selai Homemade Dengan Merek Olésan. Other thesis, Universitas Prasetiya Mulya.
01. COVER.pdf - Cover Image
Download (286kB)
02. LEMBAR PERNYATAAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (421kB) | Request a copy
03. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (510kB) | Request a copy
04. KATA PENGANTAR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (311kB) | Request a copy
05. ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (369kB)
06. DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (425kB) | Request a copy
07. BAB 1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (370kB) | Request a copy
08. BAB 2.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (388kB) | Request a copy
09. BAB 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (542kB) | Request a copy
10. BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (452kB) | Request a copy
11. BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (450kB) | Request a copy
12. BAB 6.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (416kB) | Request a copy
13. BAB 7.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (328kB) | Request a copy
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (374kB) | Request a copy
15. LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Selai didefinisikan sebagai bumbu atau topping populer yang sering dikonsumsi dengan roti. Pasar selai di Indonesia setara dengan 564 juta USD pada tahun 2015. Peluang bisnis pasar selai di Tangerang Raya dapat dilihat dengan adanya penawaran online sebesar 618.840 unit dan penawaran offline sebesar 1.865.520 unit per tahun, total penawaran selai mencapai 2.475.360 unit.
Olésan menawarkan produk selai homemade dengan kandungan vitamin dan serat yang bernilai tambah bagi konsumen. Sasaran pasar yang dituju adalah pria dan wanita usia 18 hingga 42 tahun dengan tingkat ekonomi B-A (SES NELSENS) yang berdomisili di Tangerang Raya. Harga yang ditawarkan untuk selai Olésan adalah Rp45.000 per toples dan terdapat paket bundle dengan harga Rp85.000 dan Rp117.000. Untuk mencapai konsumen, perusahaan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan iklan berbayar secara online serta bazar dan car free day untuk menjangkau konsumen secara offline. Produk Olésan dapat dibeli melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.
Perusahaan membuat perencanaan keuangan guna mencapai tujuan bisnis. Estimasi laba bersih perusahaan pada satu tahun bisnis berjalan adalah Rp9.712.861, yakni 15,3% dari total penjualan. Perusahaan diproyeksikan mencapai titik impas (Break even point) pada bulan ketiga bisnis berjalan. Angka Return on Investment diproyeksikan mencapai angka 48,56% pada akhir tahun pertama bisnis berjalan.
Dalam tiga bulan bisnis berjalan, perusahaan berhasil menjual 232 pcs selai dengan gross profit sebesar Rp4.619.578. Dalam rentang waktu tersebut, perusahaan telah meluncurkan satu produk baru, yaitu varian selai Matcha Mania sehingga per akhir Juni terdapat tiga jenis varian produk yang dijual. Dalam mencapai konsumen dengan skala yang lebih besar, perusahaan telah membuat rencana untuk melakukan consignment dan menggunakan jasa Key Opinion Leader. Untuk kegiatan consignment sendiri belum dapat direalisasikan dikarenakan belum mendapatkan bakery yang bersedia bekerjasama dengan perusahaan. Untuk penggunaan jasa KOL direalisasikan pada awal bulan keempat bisnis berjalan dimana perusahaan bekerjasama dengan lima influencer dari bidang food and beverage.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, perusahaan masih perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh. Menjadi pemimpin di pasar selai sehat sendiri masih jauh untuk dicapai, dimana perusahaan masih belum melakukan tes proksimat untuk memastikan kandungan gizi dari produk selai yang dipasarkan. Selain itu, peralatan yang dimiliki masih belum memadai untuk melakukan produksi secara masal.
Dari perjalanan perusahaan selama tiga bulan, tim manajemen mendapat pembelajaran untuk menjadi bahan evaluasi keberlangsungan bisnis selai Olésan. Tidak adanya keahlian dasar dalam pembuatan selai dan tidak adanya mentor membuat tim manajemen kesulitan dalam pembuatan selai di tahap awal bisnis berjalan. Adanya perbedaan pendapat dalam alokasi anggaran juga menjadi hal yang perlu dievaluasi lagi, dimana hal tersebut berdampak pada kegiatan pemasaran yang tidak maksimal. Pada akhirnya, bisnis selai Olésan akan dilanjutkan dengan adanya evaluasi dan perombakan struktur organisasi dalam perusahaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Food and Beverage |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions: | School of Business and Economics > S1 Business |
| Depositing User: | Librarian 04 at Universitas Prasetiya Mulya |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:20 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:20 |
| URI: | https://elib.prasetiyamulya.ac.id/id/eprint/650 |

